Urutan Terakhir Artinya Menunggu Sendirian


.

Hmm.. Pernah merasa tegang menghadapi sesuatu dan akhirnya ketegangan itu hilang begitu saja dan bertukar menjadi rasa bosan?

Saya mengalami hal tersebut pada Hari Sabtu, 18 Desember 2010 lalu. Tepatnya di saat Sidang PKL dilaksanakan. Sidang direncanakan dimulai dari pukul 09.00, walau ada beberapa teman yang mulai lebih awal sekitar pukul 08.00 atau malah lebih telat sekitar pukul 11.00. Mungkin karena sang penguji memiliki kesibukan lain, entahlah apa. Nah, sidang saya hari itu sebenarnya akan dimulai pada jam yang "wajar" yaitu pukul 09.00 pagi. Namun, karena sesuatu dan lain hal yang tidak diberitahukan kepada kami, sang penguji undangan dari salah satu apotek di kota saya, telat hadir sehingga sidang ditunda hingga pukul 10.00.
Angin segar tercium (bukan dari parfum sang penguji) saat sang penguji hadir dan kami -para peserta yang diuji oleh beliau tentunya- bersiap-siap untuk menghadapi sidang secara bergantian. Kami semua berjumlah enam orang. Ajaibnya saya terkena urutan terakhir, sehingga segala kecemasan untuk mengikuti sidang ini menguap sudah dan berganti dengan rasa capek dan bosan menunggu. Akhirnya setelah tinggal satu orang lagi sebelum saya yang masuk ke dalam ruang sidang atau lebih tepatnya ruang DK yang disulap jadi ruang sidang. Awalnya koridor tempat para Mahasiswa  Farmasi menunggu -ada yang tadinya sibuk belajar, menceritakan hasil sidang yang mereka hadapi, atau sekedar memandang takjub biawak yang berjalan di sekeliling kolam kampus-  telah berubah jadi kosong melompong. Hanya tersisa saya sendiri yang duduk di koridor di depan ruang sidang. Saya bersyukur tidak ada yang menganggap saya penjual gorengan yang dagangannya tidak laku.


Akhirnya saya dipanggil juga, dan itu sudah pukul setengah satu siang. Lebih kurang tiga jam setengah saya menunggu dan akhirnya saya dipanggil masuk.
Setelah sidang akhirnya saya pergi makan siang bersama teman-teman saya ke salah satu rumah makan korea -teman-teman saya sudah cukup bersabar menungu saya keluar. Untuk hari ini, saya bersyukur telah melaluinya. Untuk hasilnya, lihat saja nanti. Hal terpenting semua sudah dilalui, walau saya belum sempat melihat bazar di kampus...

*Sidang dan Cophy

2 Responses to “Urutan Terakhir Artinya Menunggu Sendirian”

  1. wah..bukan name agik nunggu dirimu...hehehehe

  2. iyela.. lumayan la capek nunggu tu

Your Reply